radyoyagmur.com

Media Info Terpercaya

Tahapan dalam Pengelolaan Keuangan

Semua dari kita tentunya mempunyai keinginan agar bisa sukses dalam melakukan proses pengelolaan finansial pribadi. Namun masalahnya yaitu memang tidak semua dari kita mengetahui bagaimana cara mengelola uang pribadi yang benar dan tepat.

Tujuan dalam mengelola keuangan pribadi yaitu agar bisa meminimalisir adanya permasalahan ekonomi yang dihadapi di masa mendatang.

Maka dari itulah, dengan melakukan pengelolaan keuangan secara baik di sini kita akan bisa dengan mudah untuk mencapai kesuksesan keuangan di masa depan. Anda perlu ingat bahwasanya mengelola uang tidak bisa dilakukan secara sembarangan.

Di sini diperlukan beberapa tahap agar bisa mencapai tujuan tersebut. Untuk mengetahui apa saja tahap dalam pengelolaan keuangan, maka Anda bisa membaca ulasan di bawah ini.

Apa Saja Tahapan dalam Mengelola Keuangan?

 

Catat Semua Harta dan Aset yang Anda Miliki

Untuk Anda yang memiliki aset atau harta, maka di sini Anda perlu mencatat semua aset-aset tersebut. Baik itu aset Anda yang bersifat produktif ataupun aset yang bersifat konsumtif. Untuk mengetahui apa perbedaan antara dua jenis aset tersebut, berikut penjelasannya.

Aset konsumtif merupakan aset yang di sini tidak akan mendatangkan keuntungan, artinya ketika dijual kembali maka nilainya akan turun. Contoh aset konsumtif yaitu perlengkapan rumah tangga dan peralatan elektronik.

Aset produktif merupakan sebuah aset yang di sini bisa memberikan keuntungan pada Anda ketika aset tersebut Anda jual, karena memang nilainya akan cenderung meningkat. Contoh aset produktif yaitu tanah, rumah dan lain-lain.

Memperhatikan Detail Pengeluaran Rutin

Hal ini merupakan salah satu tahapan yang penting untuk Anda perhatikan di dalam mengelola keuangan yang sehat. Jika di sini Anda sudah melakukan pencatatan mengenai pemasukan serta pengeluaran rutin Anda, maka Anda juga perlu memperhatikan untuk apa kira-kira pengeluaran tersebut dilakukan.

Tahapan ini sangatlah diperlukan agar Anda bisa merencanakan kembali ataupun melakukan pemetaan pada pengeluaran yang dilakukan. Sehingga dengan begitu Anda bisa mengetahui mana kira-kira pengeluaran yang harus dilakukan atau pengeluaran yang hanya pemborosan saja.

Pastikan pula bagi Anda untuk mencatat semua pemasukan dan pengeluaran tersebut. Karena dengan mencatatnya, maka Anda akan mempunyai rekapan arus keuangan milik Anda. Anda bisa melakukan analisa keuangan yang telah dikeluarkan.

Semisal ambil contoh di sini jika hari ini Anda mengeluarkan uang untuk naik ojek online dan di hari yang sama juga Anda memperoleh gaji bulanan. Dengan melakukan pencatatan rutin Anda bisa melakukan analisa komponen pengeluaran, sekaligus pemasukan terbesar dan juga tentunya cari celah untuk menekan pengeluaran yang memang tidak perlu.

Carilah kira-kira mana pengeluaran yang hanya menciptakan pemborosan dan membuat keuangan Anda tidak sehat.

Lakukan Penyusunan Budgeting

Jika berbicara mengenai masalah pengelolaan keuangan, maka tentu tidak akan lepas dari menyusun budgeting. Maka dari itu, perhatikan lebih dulu hal-hal di bawah ini ketika Anda hendak menyusun budgeting.

  • Anda harus tahu dan bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang hanya sekedar keinginan.
  • Merencanakan program untuk masa depan.
  • Memilih mana yang harus menjadi prioritas kebutuhan.

Untuk bisa mengelola finansial Anda agar jauh lebih baik lagi, maka Anda perlu merencanakan keperluan jangka panjang dengan lebih baik lagi. Ketika merencanakan program untuk masa depan tersebut Anda harus memperkirakan target dana yang diperlukan. Setelah itu baru Anda bisa menentukan berapa dana yang bisa disisihkan dan ditabung tiap bulannya.

Menabung Secara Rutin Untuk Masa Depan

Anda perlu mempersiapkan dana untuk masa depan Anda. Anda tentunya bisa mempersiapkan masa depan dengan menabung maupun melakukan investasi. Anda pun juga mempersiapkan berapa kira-kira besar dana yang bisa disisihkan.

Jika di sini Anda memilih untuk menabung, maka Anda tidak akan memperoleh bunga dari tabungan yang Anda lakukan. Namun jika di sini Anda memilih kegiatan investasi, maka tentunya Anda akan mendapatkan bunga dari kegiatan investasi tersebut.

Untuk Anda yang saat ini ingin melakukan pengembangan dana, maka bisa menggunakan P2P lending Indonesia. Jenis investasi ini memang menawarkan bunga yang cukup tinggi mencapai 12% per tahun dan Anda bisa memulai kegiatan investasi tersebut hanya dengan modal Rp 100.000 saja.

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.