radyoyagmur.com

Media Info Terpercaya

Pemerintah Amerika Serikat Sarankan Warganya Tak Bepergian ke Jerman dan Denmark

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau CDC dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyarankan warganya agar tidak bepergian ke Jerman dan Denmark. Musababnya, kasus Covid-19 melonjak di dua negara tersebut.

Mengutip laporan Johns Hopkins University, hingga Selasa, 23 November 2021, kasus Covid-19 baru di Jerman mencapai 68.049 kejadian. Rata-rata kasus Covid-19 yang muncul dalam sepekan terakhir sebanyak 53.114 kejadian.

Sementara di Denmark, pada Selasa, 23 November 2021, tercatat sebanyak 4.199 kasus Covid-19 baru. Dan rata-rata kasus dalam tujuh hari terakhir sebanyak 3.873 kejadian.

Dalam pembaruan pedoman perjalanan yang terbit pada Senin, 22 November 2021, pemerintah Amerika Serikat memberikan peringatan ‘Jangan Bepergian’ ke Jerman dan Denmark. Pemerintah Amerika Serikat juga telah menandai Jerman dan Denmark dalam daftar “Tingkat Empat: Sangat Tinggi”.

CDC memasukkan 75 negara dalam “Level Empat” kewaspadaan Covid-19 ini. Di antaranya Inggris, Norwegia, Belgia, Yunani, Rumania, Austria, Swiss, Irlandia, Republik Ceko, Singapura, dan Malaysia. Adapun kasus Covid-19 di Amerika Serikat hingga Selasa, 23 November 2021 sebanyak 92.785 kejadian dan dalam sepekan terakhir rata-rata 95.481 kasus Covid-19.

Kanselir Jerman, Angela Merkel menyampaikan kepada para pemimpin partai konservatifnya bahwa langkah-langkah yang diambil untuk menghentikan penyebaran virus corona belum cukup dan perlu tindakan yang lebih kuat. Penyebaran Covid-19 di Jerman sebagian besar terjadi kepada anak-anak yang belum divaksin dan orang lanjut usia yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyatakan, negara-negara Eropa harus bekerja lebih keras untuk menghentikan penyebaran Covid-19 di tengah kematian dan kasus baru yang melonjak. Direktur Regional Eropa WHO, Hans Kluge mewanti-wanti tingkat penularan yang sangat tinggi di 53 negara Eropa. “Kita harus mengubah strategi, dari bereaksi terhadap lonjakan kasus Covid-19 menjadi mencegah sejak awal,” kata Kluge.

ANDINI SABRINA | TIMES OF INDIA | CHANNEL NEWS ASIA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.