radyoyagmur.com

Media Info Terpercaya

Jenis Penyakit Paru Ini Mengintai Perokok, Waspadalah

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) yaitu penyakit paru yang ditandai hambatan aliran udara, bersifat kronis dan progresif. Penyakit ini jika semakin lama akan semakin berat. Spesialis paru dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Aditya Wirawan, menjelaskan sesak yang dialami penderita PPOK terjadi akibat paru melebar tetapi udara sulit keluar.

“Sesak yang dialami oleh penderita PPOK disebabkan terjadinya perubahan struktur anatomi paru,” ujarnya.

Kantung paru-paru melebar sehingga udara mudah masuk, namun udara tersebut akan sulit keluar. Akibatnya, produksi dahak akan meningkat. Aditya menyebut fenomena itu disebut leher botol.

Terdapat gejala umum dan derajat skala sesak dari penyakit PPOK, dimulai dari derajat 0 hingga derajat 4. Pada derajat 0 tidak ada sesak napas kecuali pasien melakukan aktivitas berat. Pada derajat 1, sesak timbul bila berjalan cepat atau ketika berjalan menanjak.

Berikutnya derajat 2, pasien berjalan lebih lambat dari orang sebayanya karena sesak. Kemudian derajat 3 muncul setelah berjalan 100 meter atau setelah beberapa menit dan pada derajat 4 sesak muncul saat mandi atau berpakaian.

Untuk mendiagnosa PPOK, Aditya menyarankan orang-orang berkonsultasi ke dokter. Nantinya, dokter mengajukan beberapa pertanyaan, pemeriksaan, dan melakukan tes spirometri. Menurutnya, apabila ditemukan pada fase awal, PPOK dapat lebih mudah ditangani dan tidak berkembang ke tahapan yang lebih parah.

“PPOK adalah penyakit paru yang dapat dicegah dan diobati namun akan berbahaya jika tidak ditangani. Oleh karena itu, sebaiknya kita rutin untuk memeriksakan kesehatan paru, hindari pajanan zat berbahaya, salah satunya dengan berhenti merokok,” katanya.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2002 memperlihatkan PPOK menempati urutan ke-3 setelah penyakit kardiovaskular dan kanker yang menjadi penyebab kematian di dunia. Di Indonesia, diperkirakan sekitar 4,8 juta orang menderita PPOK dan angka ini bisa bertambah karena semakin banyak jumlah perokok, karena 90 persen penderita PPOK adalah perokok atau mantan perokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.