radyoyagmur.com

Media Info Terpercaya

5 Obat Termasuk Antibakteri atau Antibiotik, Mana yang Sering Dikonsumsi?

Antibakteri terdiri atas antibiotik dan juga kemoterapi. Antibiotik sendiri merupakan obat yang menghancurkan atau memperlambat pertumbuhan bakteri.

Selain itu, antibiotik juga adalah zat yang dihasilkan oleh mikroba, terutama fungi, yang dapat menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba jenis lain. Antibiotik juga dapat dibuat secara sintetis.

Sedangkan kemoterapi adalah zat kimia yang mampu menghambat pertumbuhan atau membasmi mikroba namun tidak berasal dari suatu mikroba atau fungi.

Dilansir dari piomas.pom.go.id, dalam penggunaan antibiotik haruslah memperhatikan dasar prinsip penggunaannya seperti penyebab infeksi dan dilihat dari faktor pasien. Hal ini sebenarnya karena perlu diperhatikan pemberian antibiotik kepada para pasien dan juga penyebab infeksi nya.

Perlu anda ketahui juga ada beberapa obat-obatan yang termasuk dalam antibakteri atau antibiotik berikut jenis obatnya,

1. Penisilin atau penicilin.Penisilin adalah kelas antibiotik yang merusak dinding sel bakteri saat bakteri sedang dalam proses reproduksi. Penisilin termasuk dalam kelompok agen bakterisida yang terdiri dari penisilin G, penisilin V, ampisilin, tikarsilin, kloksasilin, oksasilin, amoksisilin, dan nafsilin.

Selain itu penisilin biasanya digunakan untuk mengobati infeksi yang berkaitan dengan kulit, gigi, mata, telinga, saluran pernapasan, dan sebagainya.

2. AminoglikosidaAntibiotik ini menghambat pembentukan protein bakteri. Karena efektif dalam menghambat produksi protein bakteri, aminoglikosida diberikan antara lain untuk mengobati tifus dan pneumonia.

3. SefalosporinAntibiotik ini mampu mengobati berbagai infeksi bakteri yang tidak dapat diobati dengan penisilin, seperti meningitis, gonorrhea, dan lainnya.

4. MakrolidaMakrolida mencegah biosintesis protein bakteri dan biasanya diberikan untuk mengobati pasien yang sangat sensitif terhadap penisilin.

5. SulfonamidaObat ini efektif mengobati infeksi ginjal, namun sayangnya memiliki efek berbahaya pada ginjal. Untuk mencegah pembentukan kristal obat, pasien harus minum sejumlah besar air. Salah satu obat sulfa yang paling sering digunakan adalah gantrisin.

ASMA AMIRAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.